Kondisiitu akan membuat seseorang menjadi kurang dengar. Tidak jarang, kondisi telinga penuh dan berdenging itu disertai dengan gejala pusing. Sebagian lagi merasakan keseimbangan tubuh terganggu. Beberapa gejala penyerta lain, di antaranya nyeri tenggorokan, batuk pilek, dan sebagainya. Halaman Selanjutnya. ADVERTISEMENT Menurut Primbon, telinga kiri berdenging dapat menandakan nasib seseorang. Sering kali hal ini merujuk pada kesialan yang akan datang bagi pemilik telinga. Namun, ada kemungkinan bahwa kamu juga bisa mendapatkan pertanda baik, tergantung pada waktu telinga berdenging. Buat tahu penjelasan lengkapnya, simak informasi berikut ini, ya. PenyebabTelinga Berdengung. 1. Kotoran Telinga yang Menumpuk. Sumber Gambar: Naked Security. Penumpukan kotoran di telinga bisa menjadi penyebab utama telinga berdengung sebelah ataupun keduanya. Kotoran pada telinga yang menumpuk dapat kemampuan mendengar berkurang dan timbulnya dengungan. 0 1031. Telinga berdenging merujuk pada tinnitus, dimana adanya nada tinggi "nging" dan disebabkan kelainan di telinga dalam (Cochlea/rumah siput), berbeda dengan berdengung yang merujuk "ngung" nada rehndah dan disebabkan kelainan telinga tengah. Pada tinitus, telinga akan mendengar suara gemuruh, berdengung, bunyi seperti siulan dan Artitelinga kanan kiri berdenging terus menerus - Pernah telinga kanan atau telinga kiri tiba-tiba berdenging terus menerus padahal sebelumnya anda tidak merasa punya sakit telinga atau sakit kuping.kejadian telinga kanan dan kiri berdenging terus menerus di waktu siang dan malam ini pasti membuat anda penasaran bukan. Banyak orang jawa yang mengkait-kaitkan kejadian kuping berdenging terus Penyebabtelinga berdenging. Seringnya telinga berdenging disebabkan karena ada kerusakan pada rambut-rambut kecil di dalam telinga. Kerusakan ini akan menganggu sinyal yang dikirim telinga ke otak, sinyal yang mengatur bagaimana kita mendengar suara. Kerusakan ini bisa terjadi sementara, dan bisa terjadi permanen alias menetap seumur hidup. H6Us2n. Jakarta - Telinga berdenging adalah sebuah kondisi kesehatan yang sudah tak asing lagi. Banyak orang yang pernah mengalaminya dan menganggap kondisi tersebut adalah hal tak banyak yang tahu, rupanya telinga berdenging atau yang dalam bahasa medis disebut tinnitus ini bisa menjadi sebuah tanda penyakit berbahaya lainnya. Apakah telinga berdenging itu berbahaya?Dokter spesialis telinga hidung tenggorokan-kepala leher RS Cipto Mangunkusumo RSCM dr Harim Priyono, K mengungkapkan bahwa kondisi tinnitus itu sendiri tidaklah berbahaya. "Tinnitus itu tidak berbahaya. Tapi kalau ada tinnitus apakah ada penyakit lain yang menyebabkan? Nah, penyakit penyebabnya itu yang bisa bahaya," ucap dr Harim ketika ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Minggu 5/3/2023.Lebih lanjut, dr Harim mengungkapkan bahwa tinnitus bukanlah sebuah diagnosis penyakit, melainkan sebuah tanda untuk diagnosis penyakit lainnya."Tinnitus sebenarnya bukan nama diagnosis penyakit. Nama tanda penyakit. Seperti Anda batuk, batuk itu bukan diagnosis. Penyakitnya bukan batuk, oh ini batuk karena penyakit TBC misalnya gitu. Batuk karena penyakit influenza," jelasnya."Tinnitus nama tanda, bukan diagnosis penyakit. Memang kadang-kadang orang awam menilainya tinnitus itu penyakit. Bukan, dia tidak beda dari batuk, demam, hidung berair, kepala pusing, sama. Jadi nama sebuah gejala," tinnitus sendiri tidak berbahaya, kondisi ini justru bisa menjadi tanda penyakit bahaya lain yang menyertainya. Jika dianggap sepele, bukan tidak mungkin akan berdampak fatal."Jadi makanya kalau ada tinnitus kami akan mencari apa benar ada kelainan fisik atau penyakit fisik yang mendasari tinnitus. Kalau ada, kita lihat penyakit itu ada yang berbahaya ada yang tidak," ucap dr Harim."Penyakitnya Macam-macam, tumor saraf, tumor otak, rumah siput klokea yang keracunan, rumah siput yang mengalami trauma, infeksi mereka menghasilkan tinnitus. Prinsipnya ada gangguan pendengaran, berikutnya akan muncul tinnitus," pungkasnya. Simak Video "Kandungan Zat Besi Paling Tinggi di Bayam Cuma Mitos!" [GambasVideo 20detik] avk/up Penyebab tinnitus pada kebanyakan kasus kerap tidak diketahui dengan pasti. Namun beberapa faktor risiko tinnitus berikut dapat meningkatkan kemungkinan kondisi ini 1. Kehilangan pendengaran Pada telinga bagian dalam, terdapat sel-sel rambut. Bagian ini akan bergerak ketika ada gelombang suara yang menerpa telinga. Gerakan tersebut akan memicu sinyal yang kemudian berubah menjadi suara. Jika rambut-rambut ini bengkok atau patah, tinnitus bisa terjadi. Beberapa hal bisa menyebabkan sel-sel rambut tersebut bengkok dan patah. Mulai dari penuaan hingga mendengar suara keras berkelanjutan. 2. Infeksi telinga atau penyumbatan saluran telinga Penyebab lain dari tinnitus adalah infeksi atau penyumbatan saluran telinga, seperti penumpukan cairan, kotoran, dan benda asing lain. Akibatnya, tekanan dalam telinga bisa berubah. 3. Cedera kepala atau leher Penyebab lain dari tinnitus bisa meliputi cedera pada kepala atau leher. Trauma ini mungkin memengaruhi telinga bagian dalam, saraf pendengaran, atau fungsi otak yang terkait pendengaran. Umumnya, cedera jenis ini menyebabkan tinnitus hanya di satu telinga. 4. Efek samping obat Mengonsumsi sejumlah obat bisa juga menyebabkan atau memperburuk tinnitus. Semakin tinggi dosis obat yang dikonsumsi, makin buruk kondisi ini. Pada kebanyakan kasus, tinnitus akan hilang saat menghentikan penggunaan obat. Beberapa obat yang bisa menyebabkan tinnitus antara lain Aspirin Konsumsi aspirin dalam dosis besar sudah sejak lama dikenal sebagai penyebab tinnitus. Faktanya, aspirian memang digunakan untuk menghasilkan telinga berdenging pada hewan percobaan. Kina Kina dan obat malaria lainnya terkadang bisa menyebabkan tinnitus jika diberikan dalam dosis tinggi dan jangka panjang. Dalam kasus jarang, dosis rendah juga dapat memicu tinnitus yang bersifat sementara. Keluhan ini akan berhenti setelah pasien menghentikan penggunaan obat. Antibiotik aminoglikosida Beberapa jenis antibiotik bisa pula menyebabkan telinga berdenging. Kelompok obat ini biasa dikenal dengan antibiotik aminoglikosida, contohnya streptomisin dan gentamisin. Obat sitotoksik Obat lain yang mungkin bisa merusak telinga bagian dalam adalah golongan obat sitotoksik. Namun kerusakan pada telinga akibat obat ini jarang terjadi. Diuretik Konsumsi obat diuretik juga bisa menyebabkan tinnitus. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan gangguan ginjal. Bahkan, dosis besar diuretik bisa menyebabkan kerusakan permanen jika dikonsumsi dengan obat ototoksik lainnya. Reaksi idiosinkratik Pada sekelompok kecil pasien mungkin akan mengalami reaksi tak terduga terhadap obat tertentu. Kondisi ini biasa disebut dengan reaksi idiosinkratik. Jika mencurigai hal ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter guna mendapat alternatif lain. 5. Penyakit Meniere Tinnitus bisa dijadikan sebagai indikasi seseorang mengalami penyakit Meniere. Penyakit ini merupakan kelainan telinga bagian dalam yang mungkin disebabkan oleh tekanan cairan telinga bagian dalam yang tidak normal. 6. Disfungsi tuba eustachius Kondisi ini terjadi ketika saluran di telinga yang menghubungkan telinga tengah ke tenggorokan bagian atas. Disfungsi terjadi ketika saluran ini tetap mengembang sepanjang waktu. Alhasil, telinga Anda kemudian akan terasa penuh. 7. Perubahan tulang telinga Jika tulang di telinga tengan mengalami kerusakan sehingga bisa memengaruhi pendengaran dan tinnitus. Kondisi ini bisa terjadi karena faktor turunan dan merupakan pertumbuhan tulang yang tidak normal. 8. Kejang otot telinga bagian dalam Otot telinga bagian dalam bisa mengalami tegang sehingga muncul tinnitus, gangguan pendengaran, dan perasaan penuh di telinga. Kadang, kondisi ini terjadi tanpa penyebab yang jelas. Namun, penyakit neurolohgis seperti sklerosis ganda bisa menyebabkan hal ini. 9. Gangguan sendi temporomandibular TMJ Sendi temporomandibular yang melingkupi sendi setiap sisi kepala di depan telinga dan tempat pertemuan tulang rahang bawah dan tenggorak. Jika TMJ tersebut mengalami masalah, tinnitus bisa muncul. 10. Neuroma akustik dan tumor lainnya Neuroma akustik adalah tumor jinak yang berkembang pada saraf kranial bisa menyebabkan tinnitus. Saraf ini membentang dari otak ke telinga bagian dalam. Fungsinya adalah mengontrol keseimbangan serta pendengaran. Tumor lain di kepala, leher, dan otak juga bisa menyebabkan tinnitus. 11. Gangguan pembuluh darah Pembuluh darah yang mengalami gangguan seperti aterosklerosis, tekanan darah tinggi, atau pembuluh yang rusak bisa menyebabkan tinnitus. Hal ini terjadi karena darah yang mengalir melalui pembuluh darah dan arteri menjadi lebih kuat. Kondisi ini juga bisa memperjelas adanya tinnitus. 12. Kondisi kronis lain Beberapa kondisi kronis seperti diabetes, kelenjar tiroid bermasalah, migrain, anemia, rheumatoid, lupus, dan gangguan autoimun lain bisa juga menyebabkan telinga berdengung. Faktor risiko tinnitus Beberapa faktor risiko tinnitus yang harus diwaspadai meliputi Suara bising berkelanjutan Suara bising dan keras seperti suara dari alat berat, gergaji mesin, dan senjata api adalah sumber umum terjadinya gangguan pendengaran terkait kebisingan. Perangkat musik portable juga bisa menyebabkan hal yang sama jika diputar dalam waktu lama dan dengan volume yang tinggi. Usia Makin tua usia seseorang, jumlah serabut saraf di telinga yang tetap berfungsi akan berkurang. Kondisi ini berpotensi memicu masalah pendengaran yang sering dikaitkan dengan tinnitus. Jenis kelamin Mereka yang berjenis kelamin pria memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita telinga berdenging. Rokok dan alkohol Perokok dan orang yang minum alkohol juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini. Kondisi medis tertentu Beberapa masalah medis seperti obesitas, masalah kardiovaskular, tekanan darah tinggi, pernah menderita artritis atau cedera kepala juga bisa meningkatkan risiko terkena tinnitus. Simak penyebab telinga berdenging atau tinnitus yang umum terjadi. Apabila Anda mengalami sakit telinga hingga nyeri pada bagian wajah wajib mengetahui informasi berikut ini. Telinga berdenging atau tinnitus adalah sensasi suara atau bunyi yang terdengar di dalam telinga atau kepala, tanpa adanya sumber suara eksternal. Bunyi yang terdengar dapat berupa berdenging, berdesing, berdengung, berdengkur, atau suara lainnya. Telinga berdenging dapat menjadi masalah yang mengganggu dan mengganggu kualitas hidup jika tidak diatasi dengan tepat. Ada beberapa penyebab yang dapat menyebabkan telinga berdenging, seperti paparan kebisingan berlebihan, kerusakan saraf pendengaran, masalah kesehatan, efek samping obat, atau kondisi lain. Baca Juga Bahan Alami Ini Bisa Mengobati Radang Amandel, Ada Kunyit juga Kayu Manis Tinnitus dapat memiliki intensitas dan frekuensi yang berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Beberapa orang mungkin hanya mengalami telinga berdenging sesekali, sementara yang lain mungkin mengalami telinga berdenging yang terus-menerus dan sangat mengganggu. Gejala Tinnitus Selain itu, tinnitus atau telinga berdenging dapat disertai dengan gejala lain antara lain Pusing Sakit kepala Gangguan tidur Nyeri tulang pada bagian wajah Kesulitan berkonsentrasi Beberapa orang bahkan mengalami gangguan pendengaran yang disertai dengan telinga berdenging. Apabila telinga berdenging terus-menerus atau sangat mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli THT untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Baca Juga Jangan Sampai Keliru, Begini Cara Memilih Aroma Parfum Sesuai Aktivitas Ketahui beberapa penyebab telinga berdenging atau tinnitus dilansir dari Web MD. Penyebab Telinga Berdenging atau Tinnitus 1. Gangguan pendengaran terkait usia Bagi banyak orang, pendengaran semakin memburuk seiring bertambahnya usia. Ini biasanya dimulai sekitar usia 60 tahun atau lansia. Biasanya mempengaruhi kedua telinga mungkin akan melihat masalah dengan suara frekuensi tinggi. 2. Terlalu banyak kotoran telinga Tubuh memproduksi kotoran telinga ini untuk menjebak kotoran dan melindungi telinga. Saat kotoran tidak hilang dengan sendirinya dan terlalu banyak menumpuk, bisa menyebabkan dering atau gangguan pendengaran. Dokter THT dapat menghilangkan penumpukan dengan lembut, pastikan menghindari penggunaan kapas dan mencoba melakukannya sendiri. 3. Obat-obatan tertentu Obat resep dan obat bebas dapat menjadi penyebab telinga berdenging. Obat tersebut termasuk dalam kandungan aspirin, diuretik, obat antiinflamasi nonsteroid NSAID, pengobatan berbasis kina, dan antibiotik tertentu, antidepresan, dan obat kanker. Biasanya semakin kuat dosisnya, semakin besar kemungkinan mengalami masalah. Seringkali jika Anda menghentikan obat, gejala Anda akan hilang. Temui dokter Anda jika menurut Anda obat mungkin penyebabnya. Tapi jangan berhenti minum obat apa pun tanpa berbicara dengan dokter terlebih dahulu. 4. Infeksi telinga dan sinus Kondisi telinga berdenging atau tinnitus bisa saja timbul saat sedang pilek. Hal ini bisa jadi karena infeksi telinga atau sinus yang memengaruhi pendengaran dan meningkatkan tekanan pada sinus Anda. Jika itu penyebabnya, itu tidak akan bertahan lama sehingga bisa membaik setelah seminggu atau lebih. 5. Suara keras Suara keras adalah penyebab telinga berdenging atau tinnitus. Sesuatu suara yang keras dan didengar setiap hari selama bertahun-tahun seperti mulai dari konser dan acara olahraga hingga mesin keras dan mesin bumerang. Rasa tersebut dapat mempengaruhi satu atau kedua telinga, dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan nyeri. Kerusakan dari jaringan pada telinga tersebut dapat bersifat permanen atau sementara. 6. Masalah Sendi TMJ Kemudian, ada juga masalah sendi pada rahang yang menjadi penyebab telinga berdenging. Masalah pada rahang atau sendi temporomandibular TMJ dapat menjadi penyebab telinga berdenging atau tinnitus. Anda mungkin merasakan nyeri atau nyeri pada persendian saat mengunyah atau berbicara. Sendi berbagi beberapa saraf dan ligamen dengan telinga tengah. Konsultasikan ke dokter gigi untuk mengetahui kondisi lebih dalam dan mengobati gangguan TMJ. Hal tersebut dapat membantu menjaga telinga berdenging agar tidak bertambah parah. 7. Masalah tekanan darah Terakhir, kondisi tekanan darah juga bisa berpengaruh pada kemungkinanan penyebab telinga berdenging atau tinnitus. Ini bisa termasuk tekanan darah tinggi dan hal-hal yang meningkatkannya dalam jangka pendek, seperti stres, alkohol, dan kafein. Pengerasan arteri juga bisa berperan untuk mempengaruhi kondisi pembuluh darah di dekat telinga tengah dan dalam menjadi kurang elastis. Sehingga aliran darah menjadi lebih kuat dan terdengar lebih keras. Ini adalah apa yang dikenal sebagai tinnitus berdenyut. Hindari pemicu untuk mengurangi gejala telinga berdenging Kurangi makanan pedas. Kurangi minuman kafein. Ketahui Alergi dalam tubuh. Kurangi konsumsi obat yang bukan resep dokter. Melalui informasi penyebab telinga berdenging atau tinnitus yang wajib diketahui saat merasakan gejalanya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News - Telinga berdenging atau telinga berdengung adalah salah satu gangguan pendengaran yang sering menyerang. Masalah kesehatan ini bisa bersifat ringan, hanya muncul di salah satu telinga, atau terjadi cukup parah sampai mengganggu pendengaran. Tak pelak, banyak orang yang jengkel, stres, susah tidur, atau susah konsentrasi ketika telinga berdenging mengenali cara mengatasi telinga berdenging secara alami dan pakai obat, ada baiknya Anda mengenali dulu akar penyebab masalah kesehatan ini. Baca juga Telinga Berdenging Bisa Jadi Gejala Penyakit Apa Saja? Penyebab telinga berdenging Dilansir dari Cleveland Clinic, ada beberapa kemungkinan penyebab telinga berdenging, antara lain Penuaan, biasanya dialami kalangan lansia berumur 65 tahun ke atas Mendengar suara sangat kencang, bising, atau volume sangat tinggi Efek samping obat tertentu Penyakit kronis meniere yang mengganggu pendengaran dan keseimbangan Peradangan atau iritasi otot dan sendi Telinga kemasukan benda asing atau binatang Kotoran menumpuk di saluran telinga Hidung tersumbat atau alergi Tumor jinak Gangguan pembuluh darah Masalah kesehatan mental Perlu diingat, telinga berdenging bukanlah suatu penyakit. Tapi, gejala dari suatu masalah kesehatan atau kondisi mengetahui penyebab kuping berdenging secara pasti, lakukan pemeriksaan ke dokter. Masalah kesehatan ini bisa diketahui dengan pemeriksaan fisik, mengecek riwayat kesehatan, tes pendengaran, pemeriksaan gendang telinga, sampai tes MRI atau sinar X. Baca juga 10 Penyebab Telinga Berdengung Cara mengatasi telinga berdenging secara alami dan pakai obat Dilansir dari MayoClinic, cara mengatasi telinga berdenging perlu disesuaikan akar penyebab masalah kesehatan ini. Beberapa caranya antara lain Membersihkan kotoran yang kemungkinan menyumbat saluran telinga Mengobati gangguan pembuluh darah jika ada masalah pada bagian tubuh ini Penggunaan alat bantu dengar jika telinga berdenging disebabkan penuaan atau terjadi terus-menerus Mengganti obat apabila telinga berdenging berasal dari efek samping obat tertentu Penggunaan perangkat untuk menghasilkan derau seperti suara hujan, ombak, kipas angin, atau pelembab udara untuk mengalihkan perhatian dari telinga berdengung Terapi suara dan konseling bersama tenaga profesional atau terapis Terapi perilaku kognitif untuk melatih telinga berdenging yang sifatnya terus-menerus agar lama-kelamaan masalah kesehatan ini tidak bikin cemas Gunakan pelindung suara saat berada di tempat bising Hindari kebiasaan mendengarkan dari head set atau ear phone dengan suara kencang, kecilkan volumenya dan batasi penggunaannya Batasi atau hindari asupan alkohol, kafein, dan rokok. Zat-zat ini bila berlebihan bisa memengaruhi aliran darah dan jadi penyebab telinga berdenging Coba cara mengatasi telinga berdenging secara alami dengan akupunktur, konsumsi ginkgo biloba, suplemen zinc, atau melatonin Perlu diingat, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter yang menangani. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan rekomendasi cara mengatasi telinga berdenging yang paling pas sesuai kondisi kesehatan Anda. Baca juga 8 Penyebab Sakit Tenggorokan Sampai ke Telinga dan Cara Mengatasinya Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Telinga yang berdenging sering dikaitkan dengan mitos-mitos. Misalnya, Anda mungkin pernah mendengar arti telinga berdenging sebagai tanda akan adanya orang yang bertamu ke rumah. Ini tidak sepenuhnya salah, karena telinga berdenging dapat menjadi pertanda dari berbagai tamu’ yang mengganggu alias penyakit, seperti tumbuhnya tumor neuroma akustik. Dalam dunia medis, telinga berdenging disebut dengan kondisi tinnitus, yang diartikan sebagai persepsi suara yang Anda dengar pada organ telinga. Jenis suara yang mungkin Anda dengar bermacam-macam, misalnya siulan, kicauan, dengungan, desisan, dan suara lain. Telinga berdenging bisa menyerang siapa saja, namun kerap dialami oleh para lansia. Baca JugaTelinga Bayi Kemasukan Air, Kenali Bahaya dan Cara MengatasinyaGendang Telinga Pecah Penyebab, Cara Mengobati, hingga PencegahanBagaimana Cara Mengeluarkan Air dari Telinga? Tumor neuroma akustik, salah satu arti telinga berdenging Neuroma akustik merupakan tumor jinak, yang dapat menjadi arti telinga berdenging. Tumor ini tumbuh pada saraf penghubung otak dan telinga bagian dalam, yang disebut sebagai saraf pendengaran dan keseimbangan saraf vestibulokoklear. Walaupun jinak, neuroma akustik tetap dapat menimbulkan komplikasi, apabila tidak ditangani dengan baik. Malfungsi gen di kromosom 22 diperkirakan menjadi penyebab neuroma akustik. Dalam keadaan normal, gen ini menghasilkan protein untuk menekan pertumbuhan sel Schwann, yang menutupi saraf. Selain telinga berdenging, ada tanda-tanda lain yang menjadi gejala neuroma akustik. Gejala tersebut seperti gangguan pendengaran, sensasi berputar atau vertigo, maupun mati rasa pada wajah. Penyakit lain yang juga dapat menjadi arti telinga berdenging Tidak hanya neuroma akustik, yang menjadi arti telinga berdenging. Berikut ini beberapa kondisi medis dan penyakit lain, yang juga dapat menjadi penyebab telinga berdenging. Penumpukan cairan di telinga penyakit Meniere Kondisi medis ini terjadi ketika adanya penumpukan cairan di telinga bagian dalam labirin. Gangguan ini dapat mengakibatkan perasaan pengap pada telinga, pusing berlebihan, sensasi berputar atau vertigo, penurunan fungsi pendengaran, dan tentunya telinga berdenging. Penyebab dari penyakit Meniere masih belum dapat dipastikan. Namun para ahli percaya, kondisi ini disebabkan oleh perubahan cairan di telinga bagian dalam, alergi, faktor genetik, atau penyakit autoimun. Orang dengan usia 40-50 tahun paling sering mengalami kondisi ini. Kehilangan pendengaran karena faktor umur presbikusis Kondisi presbikusis adalah gangguan telinga yang umum dialami lansia. Kondisi ini berupa menghilangnya kemampuan mendengar secara perlahan-lahan, seiring pertambahan umur. Kehilangan pendengaran ini dapat menyerang kedua telinga, dan umumnya terjadi secara perlahan. Pertambahan usia memang menjadi faktor risiko utama. Selain itu, sejumlah faktor risiko lain, seperti kebiasaan merokok, paparan suara bising secara berulang, faktor keturunan, dan penyakit lain seperti penyakit diabetes, bisa memengaruhi. Pertumbuhan tulang secara abnormal di telinga otosklerosis Kondisi ini terjadi ketika tulang telinga tumbuh memanjang, membentuk spons dengan tidak normal. Pertumbuhan tersebut menyulitkan tulang telinga untuk bergetar, dan merespons gelombang suara. Akibatnya, penderita otosklerosis mengalami kehilangan pendengaran. Kondisi ini kerap diderita oleh orang dewasa muda, dan cenderung lebih menyerang perempuan daripada pria. Selain itu, osteklerosis lebih sering dialami oleh orang berkulit terang, dibandingkan ras lain. Peradangan pada telinga bagian dalam labirinitis Pada kondisi ini, bagian telinga dalam yang disebut labirin, mengalami peradangan. Kondisi labirinitis dapat menimbulkan gejala seperti sensasi vertigo, mual dan muntah, kehilangan keseimbangan, serta telinga berdenging. Penyebab dari labirinitis juga tidak diketahui dengan pasti. Faktor-faktor yang mungkin berkontribusi membuat labirin meradang adalah alergi, infeksi virus, infeksi bakteri, tumbuhnya tumor di telinga bagian tengah, atau kondisi fisik seperti flu. Beberapa penyebab dan kondisi medis lain, seperti bunyi-bunyian yang berisik dan terlalu menumpuknya kotoran telinga, juga dapat menjadi arti telinga berdenging. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh berbagai penyakit lainnya, seperti tekanan darah tinggi, sindrom fibromyalgia, atau luka pada leher dan kepala. Jangan lekas mempercayai mitos, apabila telinga terus berdenging. Kondisi ini dapat menjadi pertanda adanya gangguan pada telinga dan organ lain di tubuh Anda. Sehingga, sangat disarankan untuk sesegera mungkin berkonsultasi dengan dokter, untuk mengetahui arti telinga berdenging. Untuk mencari tahu arti telinga berdenging yang Anda alami, dokter mungkin akan melakukan beberapa jenis tes. Misalnya, tes dengan menggerakkan telinga Anda, tes pencitraan seperti magnetic resonance imaging MRI, serta melakukan tes pendengaran atau audiologi, menggunakan earphone.

telinga berdenging bahasa wajah